Skip to main content

Anak Laki-Laki Ibu

Bu, selama ini aku tidak pernah membicarakan soal perempuan dengan ibu. Kali ini aku mau menceritakannya dengan ibu untuk kali pertamanya. Ya, bu, anak laki-lakimu kini sudah hendak menginjak 23 tahun. Anak laki-lakimu tertarik dengan seorang perempuan, yang sepertinya dia memiliki kesamaan dengan ibu. Karena ibu belum pernah menemuinya, izinkan aku untuk bercerita tentang perempuan yang mencuri hati anak laki-laki ibu.

Bu, dia mungkin bukanlah perempuan tercantik yang pernah anak laki-lakimu temui. Tapi bu, anak laki-lakimu tidak sedang mencari yang tercantik. Apalah arti kecantikan jika karena kecantikannya justru membuat anak laki-lakimu merasa tidak tenang bu? Dia memang bukan yang tercantik, tapi percayalah bu, parasnya sudah cukup membuat anak laki-lakimu ini tidak tergoda dengan wanita lain. Sudah cukup membuat anak laki-lakimu merasa tenang. Bukankah itu sudah cukup Bu?
Bu, perempuan yang mencuri perhatian anak laki-lakimu ini mungkin tidak sepandai Ibu dalam hal memasak. Setidaknya belum bu. Tapi tenang bu, aku bukanlah anak laki-lakimu yang dulu. Anak laki-lakimu yang sekarang tak lagi suka milih-milih makanan, bu. Apa pun yang dia hidangkan untukku, selama itu baik, insha Allah akan aku makan bu. Aku juga yakin, kelak dia akan sepandai ibu dalam memasak. Bukan tidak mungkin pula masakannyalah yang akan aku rindukan setelah masakan ibu.

Bu, ada berjuta kemungkinan yang sedang berkecamuk di pikiran anak lelakimu ini, banyak hal dan berbagai alasan. Ibu pernah cerita tentang Siti Hajar yang berusaha mencari air untuk Ismail antara Safa dan Marwah, dia juga mengajariku tentang bagaimana berusaha. Aku harus menyelesaikan apa yang aku mulai dulu. Tenang, bu. Aku bukan lagi aku yang saat aku duduk di bangku TK, yang selalu menoleh ke belakang mencari ibu, untuk memintamu menyelesaikan tugasku.

Bu, terima kasih untuk segala doamu yang tak pernah habis untuk anak laki-laki kesayanganmu ini, yang menyertaiku hingga sekarang dan ke depan nanti.

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman mengikuti SBMPTN 2014 : Jalan menuju Universitas Brawijaya.

Hai! Udah lama gak buka blog. Kali gue mau nyeritain pengalaman hidup yang sangat cetar membahenol   haha tae.. kalian bakalan bosen baca cerita gue kali ini, saran gue mending kalian print dulu, jadiin buku. Soalnya ini bakalan panjang banget. Sebenenya gue lulusan tahun 2013 tapi disempetin nganggur luting-latung gak karuan. Kalo ditelaah lebih dalam lagi, sebenarnya gue lulusan tahun 2012, tapi karena sekolah gue unik dan cuman ada 8 biji se-Indonesia Raya ini makanya jadi 4 tahun. Kebayang kan bagaimana cukup imut tuanya diri ini ketika menginjak bangku perkuliahan. * cielah menginjak, tae kale* Waktu itu bulan Maret 2014 dan gue belum kerja-kerja setelah di wisuda pada Juni 2013 lalu, wi-ti-if banget kan betapa busuknya nganggur di rumah, mau main sama temen, temen pada kerja dan kuliah. Si ibu udah koar-koar. “ Ya ampun mau jadi apa lu, tong. Hari gini masih di rumah aja, nguras laut kek” “…..” sahut gue. Karena udah gak tahan lagi disuruh nguras laut sama i...

FATIN DAN RENTETAN KESALAHANNYA

Fatin Shidqia Lubis, peserta X-Factor yang lagi digandrungi semua orang karena suaranya yang merdu nan menggelegar, dan cantik :* ahh tai lu pud ! . cantik sih tapi sering lupa lirik. 4 kali tampil 3 kali salah lirik, apa aja kesalahannya ?? kupassss ! Boot camp 1 Si Patin ini di bootcamp 1 nyanyi lagunya Agnes – Rindu, dia blank terus akhir acara dia nangis, *elah Boot camp 2 Doi nyanyi Pumped up kicks dari Foster The People, yang seharusnya berlirik “He’s got a rolled cigarette, hangging out his mouth. He’s a cowboy kids Yeah ! he found a six shooter gun In his dad’s closet, with the box of fun things I don’t even know what But he’s coming for you, yeah he’s coming for you” Menjadi “He’s got a rolled cigarette, hangging .... In his dad’s closet, with the box of fun things I don’t even know what hangging out his mouth. He’s a cowboy kids Yeah ! he found a six shooter gun @#%^^&&()!@ hehehe” Fatin salah menempatkan lirik, ...

Commers Unesa Menanti Akreditasi

Hari Jumat (24/2) Prodi Ilmu Komunikasi sedang berbenah.  Prodi yang baru merayakan ulang tahunnya ke-3 pada 11 Desember lalu akan kedatangan asesor dari BAN – PT  (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, red.) perihal akreditasi prodi tersebut. Sebanyak 4 ruang kelas dibenahi, guna memenuhi standar yang ditentukan oleh BAN – PT. Beberapa karya hasil Commers, sebutan untuk mahasiswa Ilmu Komunikasi juga dipajang di lorong gedung I5 Universitas Negeri Surabaya. “ada beberapa poin yang kita harus penuhi, tetapi karena kita belum mempunyai alumni atau lulusan, jadi kita kehilangan 40 poin”, kata Danang Tandyonomanu, Kaprodi Ilmu Komunikasi.  Karena prodi tersebut baru memiliki 3 angkatan dan belum meluluskan mahasiswanya, ada beberapa poin yang nilainya 0. Dan untuk mengejar ketertinggalan poin itu, prodi yang baru seumur jagung tersebut menyiasatinya dengan mengupayakan secara maksimal poin yang lain agar memperoleh nilai yang sempurna. Danang juga menyampaikan, p...